Termenung diam menatap malam
Saat siul burung telah terdiam
Teringat keadaan menggoncang pikiran
Berkecamuk muncul menggugah hati
Bagaimanakah nasib anak negeri ini?
Lihatlah janji mereka yang membuai angan
Membunyikan bisik-bisik harapan
Nyatanya hanya angan dan fatamorgana
Begitu bodohkah kami?
Gelegar suara engkau dengar seperti bisikan nyamuk
Diterpa angin sedikit tentulah hilang
Kami hanya bisa berharap
Hanya itu senjata kami
Yang kami inginkan bukanlah sesuatu yang muluk
Hanya secerca penghidupan keluarga
Hanya untuk menghidupkan tungku-tungu api
Dan melipur perut-perut kosong
Wahai sang pemimpin!
Perhatikanlah apa yang ada di bawah kakimu
Jutaan harapan diamanahkan
Maka, tunaikanlah!
Kami tidak membandingkan diri kami dan engkau
Kami hanya ingin sekedar hak didapatkan
Tolonglah, pada engkau yang mendapat amanah
