Senin, 29 Februari 2016

Logika Robot

source of picture: jaketbirus.blogspot.com

Manusia menggunakan pertimbangan-pertimbangan tertentu dalam menyikapi suatu hal ataupun memutuskan sesuatu. Manusia memilih sesuatu yang bermanfaat untuk dirinya dan meninggalkan sesuatu yang merugikan. Manusia juga memiliki perasaan untuk membuat pertimbangan dalam memutuskan.

Terkadang senyum kecil melihat hal yang lucu, kadang senyum pahit melihat sesuatu yang mengecewakan. Berbicara tentang robot, memang tidak akan lepas dari yang namanya mesin. Mesin-mesin yang terangkai apik dalm sebuah kerangka menjadikan robot sebuah alat yang sempurna untuk digunakan dalam berbagai hal.

Bagaimana robot bekerja? Robot bekerja dengan sebuah perintah dan kode-kode unik. Mungkin ahli elektronika lebih tahu, tetapi tidak ada salahnya kan meraba-raba. Robot bekerja pada sistematika tertentu. Dari satu titik "konsep" menuju konsep selanjutnya.

Para pengguna robot atau alat elektronika memiliki petunjuk tertentu dalam menjalankannya, ketika salah maka akan terjadi eror. Terkadang logika robot ini juga terbawa penggunanya. Pada saat tertentu bisa saja tepat, namun pada saat yang lain bisa saja salah. Contohnya ketika ada ungkapan "menolong orang lain itu baik". Jika dipahami dengan logika robot maka menolong orang selain dirinya itu baik, jadi tidak membutuhkan pertimbangan apakah kita mampu atau tidak, apakah hal baik atau tidak, yang penting menolong.

Jika diterapkan lebih jauh maka banyak dijumpai pada para pemikir. Penggunaan logika robot sering digunakan untuk "mengelabuhi" hukum.

Seperti permasalahan beberapa waktu yang lalu, dan mungkin sampai sekarang masih banyak terjadi. Pelanggaran hukum terjadi jika salah satu pihak merasa dirugikan. Namun jika sama-sama untung apakah juga termasuk pelanggaran hukum. Seperti para PSK yang bekerja untuk mendapatkan uang banyak.

Ini hanya gambaran saja tentang pentingnya memahami bahwa berfikir itu seperti dua sisi mata uang, dapat menyelamatkan juga dapat menghancurkan.

Kamis, 04 Februari 2016

Beban Moral dan Tantangan Pers Mahasiswa

source of picture: persma.org


Satu langkah baru menyambut kegelisahan ilmiah adalah penyematan “gelar” mahasiswa. Setelah sekian panjang waktu digunakan untuk berjibaku dengan bangku belajar. Masa ini adalah waktu yang berbeda. Apa yang disebut dengan istilah “mahasiswa” memberikan makna mendalam tentang kemampuan olah fikir, skill dan ketrampilan dalam bersinggungan dengan dunia.

Sebuah sosok yang didengungkan sebagai pengawal perubahan, penyeimbang zaman, serta tugas melaksanakan tri dharma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat) menjadikan perannya begitu penting.

Melihat kondisi dunia global saat ini kiranya perlu merefleksikan kembali tentang peran mahasiswa yang sudah dilakukan dan sejauh mana berkontribusi dalam kemauan bangsa. Mengkaji kembali hal-hal yang belum tercapai dengan semangat perbaikan.
Marilah kita kerucutkan, salah satu bagian dari mahasiswa yang memiliki peran penting ikut andil dalam perubahan. Bagian tersebut dinamakan “pers mahasiswa”.

Merenung sejenak, merefleksikan diri dengan berbagai hal yang telah terjadi, pers mahasiswa telah mengalami serangkaian alur sejarah yang panjang. Semula perjuangan muncul dari dorongan nurani yang kuat dalam merespon gejolak kepentingan. Sebuah perkumpulan yang terakomodir dalm cita-cita perjuangan yang sama menyatu dalam sebuah visi tunggal. Ikatan batin yang kuat inilah kiranya yang membuka jalan munculnya pers alternatif (pers mahasiswa).

Permasalahan mengakar yang selama ini masih membayangi Persma sendiri adalah tentang profesionalitas dan independensi.
Profesionalitas yang diartikan dengan kemampuan perusahaan Persma dalam mengolah dan mengelola rangkaian proses penerbitan secara terstruktur dengan mengacu pada undang-undang pers serta kontinuitas dalam penerbitan. Bukan merupakan yang mustahil, namun masih memerlukan waktu. Tak jarang pula, selain ke-ajek-an dalam penerbitan Perusahaan Persma terkendala oleh biaya dalam penerbitannya.

Independensi adalah sebuah hal yang menjadi ciri Persma yang sangat penting untuk diperjuangkan. Independensi berkaitan dengan penguasaan penuh terhadap manajemen perusahaan Persma. Tidak ada intervensi dan kepentingan yang mengutungkan sebagian pihak, Persma loyal dalam pemberitan sesuai fakta yang terjadi sebenarnya.

Di sisi lain, tantangan di luar Persma juga harus disikapi dengan serius. Salah satunya adalah kondisi mahasiswa saat ini yang memiliki mindset berfikir dan pola perilaku praktis. Banyak mahasiswa kuliah di lembaga pendidikan tinggi yang hanya sekedar mencari ijazah, minimnya semangat berorganisasi, kekritisan yang semakin tumpul adalah beberapa contoh didalamnya.

Bagaimana solusi dari permasalahan tersebut?
Yaitu dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). SDM yang mumpuni dapat menjadikan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) stabil. Permasalah-permasalahan tentang pendanaan, internal maupun eksternal dari LPM akan dicarikan solusi terbaik. Tidak ada lagi kata saling menyalahkan maupun “tidak mampu”.

Semoga dengan momen tahun baru 2016 serta Dies Natalis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) di Semarang menjadi awal dari gerakan perubahan ini.
Salam Pers Mahasiswa!




Rabu, 20 Januari 2016

Perbedaan Manusia dan Hewan

Sering menjadi perbincangan, apa sih perbedaan manusia dan hewan?

Ada sebuah jawaban, beda manusia dan hewan adalah pada panca indera. Manusia memiliki panca indera yang lengkap. Namun jika dilihat ternyata hewan lebih kuat panca inderanya daripada manusia. Ada "anjing pelacak" tetapi tidak ada "manusia pelacak". Inilah salah satu kelebihan hewan pada indera penciuman.

Jawaban lain menyebutkan bahwa perbedaannya terdapat pada insting atau perasa. Manusia memiliki perasaan yang kuat. Diputusin pacar sedih, melihat bencana alam empati dan seterusnya. Ternyata hewan juga memiliki perasa.

Jika induk ayam melihat anaknya diganggu makhluk lain maka dia akan marah kepada yang mengganggunya. Malah hewan lebih memilih kelebihan. Di a tahu kapan saat yang tepat bagi anaknya untuk mandiri. Jika waktu itu tiba maka induk ayam tidak segan-segan untuk memisahkan, memarahi anaknya ketika mengikuti induknya mencari makan.

Lalu, apa yang sebenarnya membedakan keduanya? Oke, sama-sama diketahui keduanya memiliki otak untuk berfikir. Namun apa yang membedakan? Manusia memiliki akal yang dinamis dan hewan memiliki akal yang statis. Apa buktinya?

Manusia dapat mengembangkan cara memperoleh makanan, yang semula memetik kemudian manusi berfikir jikalau terus menerus mengambil bukankah akan habis. Kemudian manusia mulai menanam tumbuh-tumbuhan.

Akal hewan terbatas pada memperoleh makanan dan tidak terfikir untuk menyimpannya.

Sebuah ungkapan yang menarik yang membedakan otak manusia dengan otak hewan. "manusia dapat membuat kebun binatang, sedangkan binatang tidak bisa membuat kebun manusia."

Sumber: avivazantha.heck.in

Sabtu, 05 Desember 2015

Alamku

Senin, 02 November 2015

Analisa Sosial



Apa itu Analisis Sosial?
Ansos dapat difahami sebagai usaha untuk menganalisis sesuatu keadaan atau masalah sosial secara objektif, upaya ini kita lakukan untuk menempatkan suatu masalah tertentu dalam konteks realitas sosial yang lebih luas yang mencakup konsep waktu (sejarah), konteks struktur (ekonomi, sosial, politik, budaya, konteks nilai, dan konteks tingkat atau arah lokasi, yang dalam prosesnya analisis sosial merupakan usaha untuk mendapatkan gambaran yang lengkap mengenai hubunganhubungan
struktural, kultural dan historis, dari situasi sosial yang diamati.

Arti Penting dan Manfaat Ansos
Analisis sosial juga merupakan alat yang memungkinkan kita menangkap realitas sosial yang kita gumuli. Analisis sosial membantu untuk memahami dan mengidentifikasi:
1. Manakah permasalahan kunci dalam suatu masyarakat.
2. Manakah kelompok dalam masyarakat yang mempunyai akses pada sumber-sumber daya.
3. Kaitan berbagai sistem dalam masyarakat.
4. Potensi-potensi yang ada dalam masyarakat.
5. Tindakan-tindakan yang mengubah situasi dan yang memperkuat situasi

Prinsip Dasar dan Pendekatan
Analisis Sosial
Prinsip dan pendekatan “ruang dan waktu”
1. AnalisisWaktu (History); Kurun waktu perjalanan.
2. Analisis Ruang (Struktur); Sistim yang dominan.
Kedua pendekatan berjalan paralel, dan pada saat yang bersamaan dapat membedakan dimensi-dimensi “Objektif maupun Subjektif” dari fenomena yang terjadi.

Fokus Analisis – Pusat Analisis
1. Sistem-sistem yang ada di dalam komunitas.
2. Dimensi-dimensi Objektif dan Subjekti komunitas.
• {Objektif: Organisasi, Pola Perilaku dan lembaga lembaga sosial.
• Subjektif; Kesadaran, nilai-nilai, kepercayaan dan ideologi.}

Batasan dan Ruang Lingkup
Batas-Batas Ansos
1. Ansos tidak dirancang untuk menyediakan jawaban atas pertanyaan “apa yang kita perbuat”.
2. Ansos bukanlah sebuah kegiatan esoteris (untuk kelompok kecil) monopoli kaum intelektual.
3. Ansos bukan perangkat yang “bebas nilai”. Ansos memungkinkan kita untuk bergulat dengan prasangka-prasangka kita sendiri, mengkritik asumsi-asumsi dasar kita dan menggali horison-horison baru yang terbuka bagi kita. Proses diskusi dalam kelompok mempunyai peranan yang sangat penting selama melakukan kunjungan lapangan.

Objek-Objek Analisis Sosial
1. Masalah-masalah sosial, seperti; kemiskinan, pelacuran, pengangguran & kriminalitas. Sistem sosial, seperti: tradisi, usha kecil atau menengah, sistem pemerintahan, sitem pertanian.
2. Lembaga atau organisasi sosial, seperti: sekolah, layanan rumah sakit, lembaga pedesaan, NU, Muhamadiyah, PII, (Aceh; KPA, MUI, MUNA, LSM, dll)
3. Kebijakan publik seperti : dampak kebijakan BBM, dampak perlakuan sebuah UU.(Aceh: Syariat Islam, Qanun-Qanun, Otsus, Pilkada, dll)

Model-Model Metode Ansos
Ada beberapa metode analisis praktis yang dapat digunakan, diantaranya;
1) Metode SWOT.
2) Metode Ikan.
3) Metode Buzan (Peta Pemikiran).
---Deduktif dan Induktif---

Aliran dalam Analisis Sosial
1. Aliran Fungsionalis. (Ciri: melihat fungsi dari pelaku sebagai tanggapan logis atas munculnya fenomena sosial. Bersifat Pragmatis. Tidak memihak).
2. Aliran Strukturalis. (Ciri: Ingin merombak struktur yang menindas. Bersifat Makro)
3. Aliran Fenomenologis. (Hanya mengamati. Bersifat Mikro, Teoritis dan Visualis.
4. Aliran Humanis. (Budaya dan kesadaran sebagai penyebab masalah. Bersifat lokalistik dan pemecahan jangka pendek. Sarana advokasi)

Langkah-langkah Analisis Sosial
1. Membangun perumusan masalah, yang menjadi pusat perhatian
2. Membangun konsep-teoritis atas konteks realitas.
3. Mengenali struktur-struktur kunci yang mempengaruhi situasi yang ada
4. Menyusun pertanyaan-pertanyaan untuk membangun sebuah konteks
5. Menghimpun fakta-fakta, data-data yang berkorelasi dan melatarbelakangi
6. Menyusun model-model, mengkaji-menguji relevansinya.
7. Menguji beberapa jawaban pada korelasi dan keabsahan.
8. Menggali masalah lain yang muncul.

INSTRUMEN
FRANK STILLWEL
1. Apa yang sebenarnya terjadi?
2. Mengapa hal itu terjadi?
3. Siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan?
4. Apakah hal tersebut dianggap bermasalah?
5. Jika YA, bagaimana mengatasinya dan siapa yang harus melakukannya?

INSTRUMEN ICE-BERG
SYSTEM
1. Analisis berjenjang menurut derajat substansi: fenomena – pola – struktur.
2. Fenomena: refleksi data yang analog dengan permukaan gunung es, sifatnya artificial. Pola: refleksi data yang lebih dalam derajat substansinya.
3. Struktur: refleksi data yang mendasar dalam derajat substansinya.

Ansos dengan Pendekatan Sederhana
Pendekatan ini berlangsung melalui 10 pertanyaan yang masingmasing mempunyai kesejajaran dalam langkah-langkah yang lebih terperinci dalam metodologi. Pendekatan ini efektif dalam
beberapa kelompok kecil yang justru sedang mulai menggali realitas social wilayah mereka. Gerak maju lewat 10 pertanyaan ini akan menyingkap situasi dan merangsang keinginan untuk mengadakan analisis yang lebih mendalam. Pertanyaan-pertanyaan berikut menjadi jalan masuk ke arah usaha-usaha yang lebih mendalam.

NOTE: Untuk memulai melakukan ansos ada beberapa kuesioner (terlampir) yang dapat digunakan sebagai alat bantu. Dan agar pemahaman kita lebih mendalam referensi berikut dapat dipelajari lebih lanjut.
1. Apa yang Anda ketahui tentang situasi yang ada di sini sekarang ini? Apa yang sedang dialami rakyat?
2. Perubahan-perubahan apakah yang tengah terjadi dalam 20 tahun terakhir ini? Manakah peristiwa yang paling penting?
3. Apakah pengaruh uang terhadap situasi kita? Jelaskan !
4. Siapakah yang membuat keputusan terpenting di sini? Jelaskan !
5. Manakah hubungan terpenting yang ada dalam masyarakat sekarang ini? Jelaskan!
6. Manakah tradisi masyarakat yang paling penting? Jelaskan !
7. Apa yang paling dikehendaki orang dalam hidupnya? Jelaskan!
8. Apakah yang akan terjadi dalam 10 tahun ke depan jika segalanya tetap berlangsung seperti sekarang ini? Jelaskan !
9. Manakah penyebab terpenting dari situasi dewasa ini? Jelaskan !
10. Apa yang Anda pelajari dari semua itu?

Oleh: Tommy Apriando

kredit picture : baratheos.blogspot.com
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com